• Banner 4
  • Banner 5
  • Banner 6
  • Banner 7
  • Banner 8

Assalamu'alaikum Wr. Wb | Selamat Datang di Website SD ISLAM TERPADU AT-TAQWIM | Lembaga Pendidikan Untuk Membangun Generasi Qur'ani | Terima Kasih Kunjungannya

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


SD ISLAM TERPADU AT-TAQWIM

NPSN : 20227513

Jalan Ceuri Leuweung Kaleng Kp Sindangsari, Ds.Katapang, Kec.Katapang Kab. Bandung 40921


info@sditattaqwim.sch.id

TLP : 022-58999762


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimanakah Menurut Anda Tampilan Website Ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat

Statistik


Total Hits : 326700
Pengunjung : 131670
Hari ini : 119
Hits hari ini : 181
Member Online : 35
IP : 3.235.139.152
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

  • Pandu Rinata, S.Pd (Guru)
    2017-11-22 10:06:38

    update lagi yuk
  • Pandu Rinata, S.Pd (Guru)
    2017-11-22 10:06:37

    update lagi yuk
  • Nazhif Muhammad Rantisi (Siswa)
    2017-06-04 13:35:10

    LAPER>>.......
  • Najwa Ramadhani (Alumni)
    2016-10-26 19:43:16

    masih pada inget sama aku gak?
  • Yani Mulyani,S.Pd.I (Guru)
    2016-09-26 13:34:49

    alhamdulillah baru login
  • Najwa Ramadhani (Alumni)
    2016-08-20 20:41:44

    hello
  • Najwa Ramadhani (Alumni)
    2016-08-20 20:01:00

    haii
  • Najwa Ramadhani (Alumni)
    2016-08-20 20:00:50

    hallo
  • Najwa Ramadhani (Alumni)
    2016-08-20 20:00:13

    hai hai semua apa kabar?
  • Najwa Ramadhani (Alumni)
    2016-08-20 18:32:14

    tugas banyak banget ;(

Lingkungan Alam Sekitar & Transfer Ilmu ( LASTRI )




Lingkungan Alam Sekitar & Transfer Ilmu ( LASTRI )

( Analogi Ilmu Fisika )

oleh Wahyu Hartanto ( Guru Kelas 3B ) SDIT At-Taqwim

Jika berbicara mengenai lingkungan dan transfer ilmu, sudah pasti keduanya merupakan bagian dari pendidikan. Pendidikan juga erat hubungannya dengan ilmu pengetahuan. Pendidikan dan ilmu pengetahuan merupakan suatu kesatuan yang saling berhubungan satu sama lain. Didalam proses pendidikan terdapat ilmu pengetahuan, begitu pun sebalikya dalam sebuah proses ilmu pengetahuan terdapat pula kegiatan pendidikan di dalamnya.
Berdasarkan UU Sisdiknas No.20 Tahun 2003, dijelaskan mengenai pengertian pendidikan, bahwa pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Sedangkan ilmu pengetahuan dapat digambarkan sebagai hasil dari sebuah proses yang dilakukan secara sistemik dengan mengoptimalkan peran alat indra pada manusia. Ilmu pengetahuan memiliki ciri-ciri yang terletak pada objek studi, metode, serta sistematika penyusunannya.


Pada dasarnya proses pendidikan dan ilmu pengetahuan tersebut bermula dari lingkungan keluarga, karena keluarga merupakan tempat awal terbentuknya karakter seorang anak. Pembentukan karakter tersebut terjadi dari proses transfer pendidikan dan ilmu pengetahuan yang diberikan keluarga kepada anak-anaknya, proses ini pun dikenal sebagai akibat faktor internal.


Selain proses akibat faktor internal terdapat pula proses faktor eksternal, yaitu proses yang merujuk pada aspek lingkungan baik secara fisik maupun sosial. Oleh karenanya pada diri manusia terdapat sebuuah keinginan untuk interaksi dengan baik dilingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat, dengan kata lain manusia disebut sebagai makhluk sosial.
Dengan ketergantungan tersebut maka hubungan timbal balik antar sesama manusia merupakan sesuatu yang wajar, hal ini memungkinkan terjadinya suatu proses keberlanjutan yaitu TRansfer Ilmu baik itu melalui pendidikan formal maupun pendidikan non formal.


Jika meninjau pengertian lingkungan berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 dijelaskan bahwa lingkungan adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup termasuk manusia dan prilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Hal ini sudah tentu bahwa Lingkungan A ?nak Sekitar mempunyai pengaruh sangat besar dalam membentuk dan menentukan perubahan sikap dan perilaku seseorang, terutama pada generasi muda dan anak-anak.


Keluarga merupakan dasar dari pendidikan seorang anak, karena keluarga merupakan tempat pertama kali bagi tumbuh kembangnya seorang anak, baik jasmani maupun rohani. Meninjau potensi besarnya peranan keluarga dalam perkembangan anak, maka timbulan tinjauan lain berdasarkan ilmu fisika. Ilmu ini berbicara mengenai kedekatan seorang keluarga yaitu ayah, ibu dan anak. Yang mana ketiganya diibaratkan dengan sebuah tinjauan gaya antar partikel yang bermuatan. Gaya antar partikel bermuatan di definiskan sebagai berikut :


Dimana
F adalah gaya
K adalah konstanta
Q adalah muatan
R adalah jarak diantara dua muatan


Definisi tersebut memiliki arti bahwa gaya tarik menarik ataupun gaya tolak menolak berbanding lurus dengan konstanta (lingkungan) dikalikan kedua muatan dan berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kecocokan, gaya ketertarikan ataupun gaya penolakan suatu muatan akan dipengaruhi oleh faktor K, besar muatan Q_1 dan Q_2 serta kuadrat jarak diantara keduanya.


Sebagai contoh sederhana. Ketika jarak antara kedua pasangan (ayah-ibu) sangat jauh akan tetapi muatan cinta keduanya tetap, dengan lingkungan yang tidak mendukung (banyak godaan) maka gaya cinta diantara mereka akan mengecil hal ini menyebabkan kondisi keluarga yang tidak kondusif sehingga mental dan psikologi anak akan terganggu. Kodisi tersebut secara tidak langsung akan mempengaruhi performa pendidikan pendidikan anak dilingkungan keluarga, sehingga dengan faktor lingkungan keluarga yang tidak mendukung hal tersebut memudahkan timbulnya masalah dalam pendidikan anak di lingkungan yang lainnya.


Lingkungan A ?lam Sekitar lain tersebut bukan tidak lain adalah sekolah atau lingkungan pergaulan anak. Di lingkungan sekolah anak bergaul dengan berbagai jenis karakter yang sangat berbeda antar masing- masing anak, sehingga proses adaptasi anak akan sangat berpengaruh. Jika kondisi pertama anak dapat beradaptasi dengan lingkungan yang baru dan lingkungan yang baik, maka anak akan mendapatkan pendidikan (TRansfer Ilmu) transfer ilmu yang baik, akan tetapi jika kondisi kedua yang muncul, dimana anak kesulitan beradaptasi atau beradaptasi dengan lingkungan sekitar yang buruk, hal ini dapat menimbulkan efek domino dalam proses pembelajaran anak kedepannya.
Salah satu contoh sederhana pendidikan lingkungan yang buruk atau dengan anak yang motivasi belajar yang rendah ketika belajar anak tersebut mengobrol, main-main, datang terlambat, tidak melaksanakan piket bahkan melanggar aturan sekolah.


Efeknya pun beragam mulai dari ikut terpengaruhnya anak lain hingga proses pembelajaran menjadi tidak optimal. Dengan meninjau pengaruh-pengaruh yang diakibatkan oleh Lingkungan A ?lam Sekitar maka diperlukan usaha lebih yaitu dengan memfokuskan motivasi belajar anak melalui :


Memperjelasnya tujuan dari pendidikan yang anak jalani.
Membangkitkan minat anak
Menciptakan suasana keluarga yang menyenangkan
Memberikan pujian dan komentar atas hasil pekerjaan anak
Memberikan penilaian yang menantang
Menciptakan persaingan dan kerja sama diantara anak


Untuk memberikan motivasi tersebut diperlukan kemampuan Trasnfer Ilmu yang lebih dari seorang pendidik. Baik itu secara psikologis maupun secara kognitif seorang anak. Realitanya mentransformasikan suatu ilmu pengetahuan bukanlah hal yang mudah seperti membalikkan telapak tangan. Sehingga penting bagi seorang guru untuk menemukan metode pendekatan yang disertai dengan kelembutan terhadap anak didik. Karena sebelum melakukan suatu proses pendidikan seorang guru memerlukan suatu pendekatan untuk mampu menarik perhatian awal peserta didik. Karena ilmu yang didapat anak melalui TRansfer Ilmu tersebut sangatlah bergantung dari performa guru dalam mengajar. Hal ini dijelaskan dalam hukum Ampere, yang berbicara bahwa :


“Arus yang masuk sama dengan arus yang keluar “
Artinya adalah ketika guru memberikan “TRansfer Ilmu” yang maksimal maka siswa akan mendapatkan pengetahuan yang maksimal pula.


Apabila pemberian motivasi tersebut dipandang gagal maka diperlukan tindakan atau upaya motivasi lainnya diantaranya berupa hukuman dan teguran. Hal ini pun dijelaskan melalui hukum 1 Termodinamika. Hukum tersebut didefinisikan sebagai berikut :

“Kalor yang diberikan kepada sistem akan menyebabkan sistem melakukan usaha dan mengalami perubahan energi dalam”.
Jika hukum tersebut dianalogikan kedalam permasalahan anak (pengalaman buruk), maka ilmu tersebut akan berbicara pengalaman yang buruk akan memberikan efek jera sama halnya dengan pemberian kalor (hukuman). Akibatnya dengan pemberian kalor tersebut anak diharapkan dapat berfikir mengenai tindakan yang dilakukan. Sehingga hal tersebut menimbulkan spotanitas usaha untuk berkerja keras memperbaiki kesalahannya. Lambat laun dengan adanya efek pemberian kalor tersebut akan tumbuhnya sikap kesadaran dalam diri seorang anak bahwa kegiatan yang selama ini dikerjakan adalah salah. Sehingga finalnya akan muncul perubahan energi dalam dalam diri psikologi anak untuk belajar menjadi lebih baik lagi.


Untuk menciptakan sebuah pendidikan yang baik dan terlaksana dengan baik. Maka, diperlukan komitmen bersama baik orang tua, anak dan guru. Sehingga faktor Lingkungan A ?lam Sekitar dan TRansfer Ilmu (LA ?STRI) dapat optimal dan tersampaikan dengan baik.
Wassalam,
Penulis,

Wahyu Haratanto, S.Si

 

Daftar Pustaka
Republik Indonesia, 2003. Undang-Undang No.20 Tahun 2003 tentang Pendidikan. Jakarta.
Republik Indonesia, 1997. Undang-Undang No.23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Presiden Republik Indonesia. Jakarta.




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas